Pemkab Bartim Arahkan Pasar Ramadan Dikelola Asosiasi Pedagang

    0
    13
    Ilustrasi - Kawasan pasar wadai Ramadhan di Water Front City Jalan Panglima Batur Muara Teweh, Senin (21/5/2018). ANTARA/Dokumen Pribadi

    TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM mengarahkan Pasar Ramadhan 1444 Hijriah bisa dikelola asosiasi pedagang.

    “Ini mengingat anggaran untuk itu, tidak tersedia selama dua tahun terakhir dampak pandemi COVID-19,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi(Disdagkop) dan UKM Barito Timur Berson di Tamiang Layang, Senin 13 Maret 2023.

    Menurutnya, terkait Pasar Ramadhan 2023 sama seperti Pasar Ramadhan 2022 yakni pengelolaannya diserahkan kepada asosiasi pedagang, baik di Tamiang Layang Kecamatan Dusun Timur maupun Ampah Kecamatan Dusun Tengah.

    Ditambahkan Berson, walaupun dikelola asosiasi pedagang, Disdagkop UKM Barito Timur juga mengarahkan agar Pasar Ramadhan 2023 yang dibuka bisa mengakomodasi kepentingan para pedagang maupun masyarakat yang ingin berjualan.

    “Tidak hanya itu, kita harapkan juga mereka bisa memenuhi kebutuhan seperti hidangan pembuka atau takjil selama Ramadhan,” katanya.

    Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Disdagkop UKM mempersilakan pedagang membuat Pasar Ramadhan secara swadaya. Berson berharap swadaya yang dilakukan itu bisa memunculkan kreativitas asosiasi pedagang dalam mengelola Pasar Ramadhan.

    “Lokasi pasarnya di mana, kita mempersilahkan  pedagang yang bermufakat sesuai rekomendasi yang sudah diberikan kepada para pedagang,” ujarnya.

    Ditambahkan dia, menjelang Ramadhan kali ini pihaknya melakukan berbagai kesiapan salah satunya pengawasan ketersediaan bahan pokok dan pengawasan harga bahan pokok di pasaran.

    “Kita terus awasi dan laporkan terkait pengawasan distribusi dan pemantauan kenaikan harga bahan pokok di wilayah kita ini secara berjenjang,” katanya.

    Disebutkan Berson, dalam laporan yang disampaikan tim bahwa saat ini stok bahan pangan dan bahan pokok masih dalam kategori aman.

    “Hanya satu jenis saja yang memang terjadi peningkatan harga yaitu beras lokal jenis siam,” kata Berson.

    (ANTARA)