Kawal Sidang Adat Dayak Edy Mulyadi

    PALANGKA RAYA – Edy Mulyadi divonis oleh Pengadilan Negeri )PN) Jakarta Pusat terkait kasus pencemaran nama baik serta berita bohong tersebut.

    Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Edy Mulyadi dengan tuntutan penjara selama 7 bulan 15 hari saja atas kasus tersebut, Senin (12/9/2022).

    Menyikapi putusan tersebut juru bicara Aliansi Borneo Bersatu Rahmat Nasation Hamka menilai putusan hakim dinilai sangat ringan, sehingga menurutnya wajar warga Kalimantan khususnya warga suku Dayak yang hadir di ruang sidang merasa kecewa.

    “Bisa memaklumi dan memahami kekecewaan dari saudara-saudari kami yg hadir secara langsung dipersidangan hari ini, dan meluapkan isi hati mereka secara spontan,” ungkap Rahmat Hamka.

    Kendati demikian, dia berharap semua pihak bisa menahan emosi dan tetap mengawal kasus ini hingga tuntas.

    “Untuk hal ini, diharapkan kepada semua komponen suku bangsa dayak tetap dalam koridor hukum, kita percayakan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan yakin JPU pasti akan mengambil langkah-langkah secara tepat,” sebutnya.

    Wakil Presiden Bidang Eksternal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) tersebut juga mendorong semua pihak tetap fokus mengawal kasus tersebut hingga kepersidangan adat dayak. Pasalnya, EM sekarang sudah terbukti bersalah.

    “Meminta kepada semua pihak agar dapat fokus mengawal peradilan sidang hukum adat dayak, di bawah koordinasi MADN. Hal ini menjadi penting untuk menjaga Marwah, harkat dan martabat suku bangsa dayak,” pungkasnya.

    (Kawit)

    (Visited 1 times, 1 visits today)